• Minggu, 29 Januari 2023

Gugatan PMH Dipandang Kabur, PN Purworejo Memutuskan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO)

- Sabtu, 12 November 2022 | 10:59 WIB
HR Purwanto saat ditemui di rumahnya (Foto : Agus)
HR Purwanto saat ditemui di rumahnya (Foto : Agus)

KLIKINDOBESIA.CO.ID - Pengadilan Negeri (PN) Purworejo gelar sidang putusan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dalam pembebanan dan lelang hak tanggungan, atas obyek yang dilelang oleh BPR Danagung Bakti Sleman, berbentuk tanah yang diatasnya berdiri Pondok Pesantren berada di Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, kembali tidak diterima Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) oleh Pengadilan Negeri Purworejo, Jawa tengah pada Kamis 10 November 2022.

Gugatan ini melibatkan tergugat, satu diantaranya HR. Purwanto sebagai mantan pemilik PT. Jati Indah yang sudah dipastikan pailit di tahun 2011 kemarin. Pebisnis paruh baya ini mulai bicara terkait kasus yang sudah terlalu lama dan tidak juga usai. Dia memberikan urutan kasus yang tidak diterima oleh pengadilan sampai 2x.

Sesudah ikuti lama persidangan, HR Purwanto telah berharap dan akan terima apa saja keputusan dari pengadilan hingga permasalahan ini cepat usai. Tetapi kasus ini kembali tidak diterima, untuk ke-2 kalinya, hingga penyelesaian perselisihan ini masih membutuhkan proses peradilan kembali.

Baca Juga: Trick Agar Pasanganmu Makin Mencintaimu, Lakukan Langkah Berikut

Saat ditemui di rumahnya HR Purwanto bercerita kepada awak mula sampai terjadinya lelang itu, masalah ini berawal pada 2017 lalu. Waktu itu, pengasuh ponpes pinjamkan asset ke PT Jati Indah sebagai agunan di BPR Danagung Bakti Sleman. HR Purwanto ajukan utang sebesar Rp 800 juta. Waktu itu Dia mengaku tidak paham bila objek tanah yang berdiri ponpes tidak boleh dijaminkan.

"Tetapi dari BPR Danagung Bakti Sleman menyepakati. Sesudah utang cair, uangnya saya pakai untuk kebutuhan usaha," cerita HR Purwanto, dirumahnya Kamis (10/11/2022) malam.

Disebutkannya, secara formal, utang itu disodorkan oleh PT. Jati Indah, di mana HR Purwanto sebagai pimpinanya. Bersamaan berjalanya waktu, PT. Jati Indah mencicil kewajibannya sampai tahun 2010 utang yang masih ada cuma Rp300 juta lebih.

Baca Juga: TMMD Sengkuyung Tahap III di Kabupaten Purworejo Resmi Ditutup

"Baru kemudian keadaan perusahaan pasang surut, hingga sempat macet sampai tahun 2015. Dari yang tinggal Rp 300 juta, (utangnya) jadi Rp1,4 Miliar," kata Purwanto.

Halaman:

Editor: Agus Sulistya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X